Logo
images

Sukseskan Program Unggulan KPU RI, KPU Kota Blitar Hadiri Rakor Persiapan Pembentukan DP3

Blitar, kpu.blitarkota.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Propinsi Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi (rakor) Persiapan Pembentukan Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) serta Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Rabu (30/6).  Rakor diikuti 38 KPU kabupaten/kota se-Jatim dilaksanakan secara daring.

Dalam kegiatan tersebut KPU Kota Blitar dihadiri oleh Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM Rangga Bisma Aditya  dan Sub Koordinator Teknis dan Hupmas, Ardian Prabowo. Rakor Persipan Pembentukan Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Timur merupakan tindak lanjut Keputusan KPU Republik Indonesia Nomor 290/PP.06-Kpt/06/KPU/IV/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan.

Ketua KPU Provinsi Jawa Timur dalam sambutannya mengatakan bahwa program DP3 merupakan program unggulan KPU RI yang telah diluncurkan bersamaan dengan FGD. Program DP3 memilki output yang hebat, diantaranya meningkatnya literasi kepemiluan dan tumbuhnya kesadaran hak dan kewajiban sebagai warga Negara.

“Jika literasi kepemiluan meningkat dan tumbuh kesadaran serta tergugahnya sikap kritis dalam diri masyarakat tentu output yang dihasilkan adalah terwujudnya pemilih yang rasional, mandiri, berdaulat serta meningkatnya kualitas pemilu/pemilihan di Indonesia secara substansial. Karena itu saya berharap KPU Kabupaten/Kota di seluruh Jatim untuk sungguh sungguh menyukseskan program DP3 ini”, ujar Choirul Anam.

Sejalan dengan tujuan tersebut Divisi Sosdiklih dan Parmas KPU Jatim Gogot Cahyo Baskoro berpendapat, apabila unit social terkecil sudah mandiri dan rasional dalam konteks pengambilan kebijakan politik dalam pemilihan, maka diharapkan mampu memberikan dampak sosial yang lebih besar. Dalam persiapan pembentukan DP3, Gogot memaparkan untuk mencapai tujuan tersebut KPU perlu memperhatikan beberapa kriteria dalam menentukan pelaksanaan desa peduli pemilu dan pemilihan.

“Kriteria dalam menentukan DP3 antara lain wilayah tersebut berupa desa/ kelurahan, dusun, kampung, banjar, atau sebutan lainnya, yang masuk salah satu kategori daerah potensi pelanggaran pemilu dan pemilihan tinggi, daerah dengan partisipasi rendah, atau daerah rawan konflik/ bencana alam”, jelas Gogot.

Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM KPU Kota Blitar mengatakan, sebagai tindak lanjut dari rapat koordinasi persiapan pembentukan DP3, secara teknis langkah awal KPU Provinsi Jawa Timur meminta kepada KPU Kabupaten/ Kota untuk menyampaikan usulan lokasi di masing-masing wilayahnya. “KPU Provinsi meminta kepada KPU Kabupaten/Kota untuk melakukan mapping sekaligus mengusulkan dua lokasi untuk tempat pelaksanaan program desa peduli pemilu dan pemilihan yang selanjutnya akan dipilih oleh KPU Provinsi”,ujar Rangga.

Meski dilaksanakan ditengah pandemi, harapannya program nasional ini dapat dilakukan secara maksimal. Bagaimanapun dengan keterbatasan sumber daya tentu hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi KPUuntuk tetap melaksanakan program pendidikan pemilih.(Hms/Kot).


TAG

Dipost Oleh operator website

Operator website

Tinggalkan Komentar