Logo
images

Perkuat SDM, Melalui Program Tata Kelola Pemilu

Jakarta, kpukotablitar.go.id- Sejak 2015, Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah memulai, mengembangkan program Tata Kelola Pemilu (TKP), yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) kepemiluan.

Hingga saat ini telah ada 12 universitas di Tanah Air yang telah bekerja sama dengan KPU untuk mencetak ahli kepemiluan tingkat master ini.

Hal tersebut terungkap pada Seminar Internasional Tata Kelola Pemilu, “Electoral Governance in Indonesia: Adopting Technology, Promoting Transparency and Enhancing Integrity” yang digelar KPU RI bekerja sama dengan The International Foundation For Electoral Systems (IFES) dan International Institute for Democracy and Electoral Assistance (International IDEA), secara luring dan daring, Selasa (29/3/2022).

Sebelumnya saat menyampaikan sambutan, Ketua KPU RI Ilham Saputra, mengungkap adanya kebutuhan KPU memiliki SDM yang kompeten dibidang tata kelola pemilu dan teknologi informasi (TI). Oleh karenanya sejak beberapa waktu terakhir lembaganya juga memberikan beasiswa kepada para pegawai KPU untuk bersekolah kembali di universitas yang telah bekerja sama membuka kelas Tata Kelola Pemilu.

“Selain itu seminar bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan bagi penyelenggara pemilu, pemerhati pemilu dan masyarakat terkait pemanfaatan IT. Pemanfaatan IT diperlukan untuk mendukung tahapan yang efektif, efisien,” kata Ilham.

Selain Ilham, memberikan sambutan Senior Elections Advisor IFES Paul Guerin serta Regional Director, Asia and the Pasific, International IDEA Leena Rikkila Tamang.

Sementara itu pada sesi diskusi, pembicara Senior Election Administration IFES menjelaskan tentang rencana operasional pemilu. Dia juga menekankan pentingnya pengetahuan akan ilmu kepemiluan untuk menunjang tugas sebagai penyelenggara.

Disesi berikutnya Head of Electoral Processes International IDEA Therese Pearce Laanela menyampaikan dampak perkembangan teknologi terutama pada sektor demokrasi salah satunya kepemiluan. Dia juga menyoroti penurunan kualitas demokrasi salah satunya dikarenakan hadinya pandemi Covid-19.

Sesi terakhir, Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Abdul Gaffar Karim mengatakan komitmen perguruan tinggi untuk ikut meningkatkan kualitas demokrasi salah satunya penguatan kapasitas SDM melalui TKP. Dia pun berharap TKP yang telah hadir 12 universitas ini bisa semakin banyak diminati. Sesi diskusi sendiri dimoderatori Executive Director NETGRIT Hadar Nafis Gumay. (humas kpu ri dianR/foto: dosen/ed diR)


TAG

Dipost Oleh operator website

Operator website

Tinggalkan Komentar