Logo
images

Kpu Kota Blitar Masuk Pokja Penyusunan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI)

KPU KOTA BLITAR MASUK POKJA PENYUSUNAN INDEKS DEMOKRASI INDONESIA 

Blitar, kpu.blitarkota.go.id- Masyarakat  Kota Blitar,  terutama para pegiat gerakan civil society patut  berbangga diri.  Sebab,  kota ini  merupakan kota pertama di Jawa Timur, bahkan di Tanah Air  yang  mengambil inisiatif  untuk  mengadopsi  sekaligus menyusun Indeks  Demokrasi Indonesia (IDI) sebagai salah satu patokan baru dalam  visi perencanaan  pembangunan di daerah ini.

Untuk keperluan ini,  sejumlah  stakeholders  melakukan focus group discussion (FGD)  di kantor  Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Penanggulangan Bencana Daerah, Rabu (10/7) siang.    

“Kita  sengaja membuka diri untuk  menjadikan IDI sebagai  indikator penting  dalam pembangunan  masyarakat demokrasi di Kota Blitar,”  ujar  Zainal Abidin Akademisi , konsultan materi IDI

Komisi  Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar  menjadi salah satu pihak  yang diundang dalam FGD tahap awal ini sekaligus menjadi anggota aktif kelompok kerja (Pokja).

Menurut  Zainal Abidin,  inisiatif Kota Blitar untuk  melakukan riset  IDI  di  Kota  ini patut diapresiasi. Selama ini lanjut dia IDI  baru  menyentuh  level provinsi . Sedangkan untuk tingkat Kabupaten dan Kota, baru ada tiga  daerah yang berani mengambil inisiasi.  Yakni  Kota Semarang, Kota Belitung dan Kota Blitar.

“ Dari tiga kota itu, baru kota Blitar  yang  langsung bergerak menyusun data riset IDI,”  imbuh Zainal. Sejumlah peneliti dari sejumlah perguruan tinggi ternama di Tanah Air dlibatkan dalam penyusunan IDI tersebut (10/07).

Lebih jauh disampaikan bahwa penyusunan data IDI Blitar mulai tahun 2018  untuk mengumpulkan dan memaparkan  kondisi demokrasi di Kota Blitar Data IDI nantinya bersumber dari keseluruhan fakta dan peristiwa sosial, politik, hukum dan keamanan  di kota ini.

Sementara itu,  Komisioner  KPU Kota Blitar Rangga Bisma Aditya dan Edy Saputra yang  ikut dalam pokja IDI Kota Blitar menyambut positif  langkah daerah ini memfasilitasi  penerbitan buku indeks IDI Kota Blitar.

“Ini langkah maju yang patut kita apresiasi,  sebagai salah satu lembaga yang memiliki komitmen besar dalam pengembangan demokrasi electoral kita siap membantu , terutama dalam menyediakan data-data yang dibutuhkan  surveyor  terkait  kinerja demokrasi yang dilakukan KPU Kota Blitar,” ujar  Rangga (10/07)

 Selain KPU, Bawaslu Kota Blitar dan sejumlah media massa lokal juga dijadikan objek penelitian dan penyusunan IDI. Dari data yang dihimpun, ada tiga hal pokok   yang akan disasar  dan didalami  sebagai basis dalam penyusunan  IDI di Kota Blitar.  Yakni,  kebebasan sipil, hak hak politik dan lembaga demokrasi. Dari ke tiga hal tersebut ada dipecah lagi menjadi 28 indikator. (RA/ES/EF)


TAG

Dipost Oleh operator website

Operator website

Tinggalkan Komentar